BerberaNews.net, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (13/6/2026) mengatakan peningkatan serangan drone Ukraina terhadap Rusia bertujuan untuk menabur kebingungan di masyarakat dan merusak perekonomian negara. Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat bertemu dengan tentara Rusia di Kremlin. Diketahui, Ukraina semakin memperdalam penetrasi dengan rutin menyerang kilang minyak dan pusat ekspor Rusia.
"Tujuan mereka adalah untuk menciptakan perpecahan dalam masyarakat Rusia, menabur kebingungan, dan menimbulkan kerusakan ekonomi," kata Putin, dilansir AFP. Ia menegaskan, "Tetapi mereka tidak akan berhasil."
Komentar Putin tersebut disampaikan beberapa jam setelah Kyiv mengklaim telah menyerang kilang minyak utama yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer (sekitar 620 mil) dari garis depan. Sebelumnya, Ukraina diketahui telah secara teratur menyerang kilang minyak dan pusat ekspor di Rusia dalam beberapa bulan terakhir.
Putin mengakui bahwa serangan Ukraina telah menyebabkan "kerusakan ekonomi". Namun, ia mengklaim bahwa "semuanya segera dipulihkan."
Sulit untuk menilai seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan terhadap infrastruktur energi Rusia. Ukraina sendiri menyebut serangan tersebut sebagai pembalasan yang adil atas gempuran harian pesawat tak berawak dan rudal Rusia yang dikirim ke kota-kota di Ukraina.
Sementara itu, Putin mengatakan Moskow harus meningkatkan pertahanan udaranya. Ini adalah seruan kedua yang disampaikan Putin dalam bulan ini.
Pemimpin Rusia itu juga membandingkan Barat dengan kaisar Prancis abad ke-19 Napoleon Bonaparte dan pemimpin Nazi Jerman abad ke-20 Adolf Hitler. Keduanya pernah mencoba merebut wilayah Rusia.
Berdasarkan pernyataannya, Putin memuji kelompok penyerang Rusia karena "datang, mengambil kendali, dan mengamankan wilayah untuk Rusia." Ia juga diketahui baru-baru ini menolak prospek pembicaraan tatap muka dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.