BerberaNews.net, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah akan segera ditandatangani. Penandatanganan diperkirakan berlangsung pada Kamis (18/6/2026) atau Jumat, meski Trump belum bisa memastikan tanggal pastinya. Sebelumnya, kesepakatan itu dijadwalkan ditandatangani Jumat di Swiss, dengan Wakil Presiden JD Vance mewakili AS.
Trump menyampaikan pernyataan ini dalam KTT G7, seperti dilansir AFP, Kamis (18/6/2026). Ia menyatakan, "Kesepakatan yang kita capai dengan Iran pada hari Minggu akan segera ditandatangani, besok (Kamis), mungkin lusa (Jumat)." Ia menambahkan, "Kita kemungkinan besar akan menandatangani kesepakatan."
Namun, Trump juga mengeluarkan ancaman keras kepada Iran. Dalam konferensi pers terakhir G7, Trump mengatakan siap "membom habis-habisan" Iran jika melanggar perjanjian tersebut. Menurutnya, "Jika mereka tidak berperilaku baik, mereka akan dihantam lagi." Meski demikian, ia menambahkan, "Mereka tidak ingin dibom, mereka tidak ingin dihantam."
Mengenai kehadirannya, Trump menyebut ia "mungkin" akan tetap berada di Eropa untuk penandatanganan. Namun, ia berpendapat bahwa sebagai nota kesepahaman, "itu mungkin bukan jenis dokumen yang seharusnya saya tandatangani." Saat ditanya apakah pengiriman JD Vance untuk menghindari kesalahan jika kesepakatan tidak berhasil, Trump menjawab, "Saya suka ide itu." Ia berkelakar, "Jika berhasil, saya akan mengambil pujiannya, jika tidak berhasil, saya akan menyalahkan JD! Lebih baik kau hati-hati, JD! Dia akan memutar balik pesawatnya dan segera pergi dari sini!"
Menyusul laporan ketegangan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Trump mengungkapkan Washington "telah mengirimkan salinan" kesepakatan tersebut kepada Israel.