BerberaNews.net, Beirut – Dua paramedis yang terafiliasi Hizbullah tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan Israel di Lebanon. Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya berlaku antara Israel dan Hizbullah, seperti dilansir AFP pada Minggu (10/5/2026).
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan Israel "secara langsung menargetkan, dengan dua serangan, dua lokasi Komite Kesehatan". Serangan tersebut menewaskan satu petugas medis dan melukai tiga lainnya di Qalaway. Sementara itu, satu paramedis lainnya tewas dan dua terluka di Tibnin.
Lebanon mengecam "pelanggaran hukum internasional" yang terus dilakukan Israel. Diketahui, Israel terus melakukan serangan meskipun ada gencatan senjata yang berlaku sejak 17 April. Gencatan senjata ini seharusnya menghentikan pertempuran antara Israel dengan Hizbullah.
Meski begitu, kelompok militan yang didukung Iran itu juga terus melakukan serangan. Mereka menargetkan pasukan Israel yang beroperasi di Lebanon selatan dan juga di seberang perbatasan. Serangan Israel sendiri telah meluas dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data terbaru, Kementerian Kesehatan Lebanon memperbarui jumlah korban tewas keseluruhan sejak perang meletus menjadi sekitar 2.800 orang. Angka tersebut mencakup lebih dari 100 petugas kesehatan dan pekerja darurat. Sejak gencatan senjata, Israel terus menyerang Lebanon dan menewaskan puluhan orang. Menurut ketentuan gencatan senjata yang dikeluarkan oleh Washington, Israel berhak untuk bertindak terhadap "serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung".