BerberaNews.Net, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengingatkan atlet soal pentingnya pendidikan demi masa depan mereka. KOI membuka akses pendidikan global dengan berkolaborasi bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat. Hal ini terwujud dalam diskusi bertajuk ‘Unlocking Opportunities Exploring U.S. Education System for Indonesian Student Athletes’ yang digelar di Kantor KOI, Sudirman, Jakarta, pada Jumat (7/1/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komisi Culture & Education, Komisi Atlet, serta Komisi Revenue & Commercial Partnership KOI. Diskusi edukasi bersama University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, ini didukung penuh oleh U.S. Embassy Jakarta.
Diskusi tersebut diikuti oleh atlet-atlet dari federasi anggota KOI, orang tua atlet, pelatih, serta perwakilan federasi nasional. Tujuannya adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep student-athlete dan pengelolaan karier atlet jangka panjang. Selain itu, peluang pendidikan tinggi di Amerika Serikat, termasuk jalur NCAA, skema beasiswa, dan persyaratan akademik juga dibahas.
Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan. "Kami ingin atlet Indonesia tidak hanya berprestasi di podium, tetapi juga memiliki fondasi pendidikan yang kuat," ujar Okto.
Menurut Okto, konsep student-athlete adalah model ideal yang memastikan masa depan atlet tetap terjamin, baik saat aktif bertanding maupun setelah pensiun. "Melalui kolaborasi dengan University of Wisconsin-Madison dan U.S. Embassy Jakarta, kami membuka jendela kesempatan yang lebih luas bagi atlet Indonesia untuk berkembang secara global," imbuhnya.
Komite Eksekutif KOI Josephine Tampubolon menambahkan, edukasi ini juga sebagai bentuk keprihatinan KOI yang masih melihat pendidikan belum menjadi prioritas atlet. "Akhirnya ketika mereka sudah selesai (menjadi atlet) mereka pusing dengan susahnya mencari pekerjaan dan lain-lain," ujarnya. Untuk itu, KOI membuat tim Indonesia Student Update Program, yang di dalamnya ada beberapa Komite Eksekutif.
KOI juga membuat program dalam bentuk yang mungkin ke depannya akan ada paket beasiswa, yang saat ini baru dijalankan dalam bentuk proses percepatan S1. Olympian Indonesia sekaligus mantan perenang NCAA Division I All-American, Richard Sam Bera, turut membagikan pengalamannya. Ia menjalani sistem student-athlete di Amerika Serikat.
Richard menekankan pentingnya disiplin, manajemen waktu, serta dukungan keluarga dan federasi. "Pendidikan memberi saya perspektif dan bekal jangka panjang di luar karier sebagai atlet," kata Richard Sam Bera, yang juga merupakan Direktur Utama Tim Indonesia.
Melalui kegiatan ini, KOI mendorong para federasi, pelatih, dan orang tua untuk aktif mendukung keseimbangan antara pencapaian prestasi dan pendidikan formal atlet. Pendekatan ini diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi atlet Indonesia yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di tingkat dunia.