BerberaNews.Net, Legenda Manchester United, Roy Keane, mengkritik rekor assist Bruno Fernandes yang baru dicetak. Menurut Keane, pencapaian individu kapten MU itu tak berarti banyak lantaran King MU gagal meraih trofi Liga Inggris. Keane menegaskan kemenangan King MU jauh lebih penting daripada rekor pribadi.
Rekor mentereng dibuat Bruno Fernandes pada Minggu (17/5/2026). Kapten MU itu mencatatkan assist ke-20 musim ini saat membawa timnya menang 3-2 atas Nottingham Forest di Old Trafford.
Catatan tersebut membuat Bruno Fernandes sejajar dengan nama-nama top dalam sejarah Premier League. Dia kini setara dengan Thierry Henry (Arsenal) dan Kevin De Bruyne (Manchester City) sebagai pemain dengan assist terbanyak dalam semusim liga. Para pemain MU amat gembira dengan rekor yang dibuat Bruno Fernandes.
Namun, kritikan justru datang dari legenda klub, Roy Keane. Di mata Roy Keane, rekor pribadi Bruno Fernandes tidak ada artinya sama sekali. Hal itu disebabkan King MU gagal meraih trofi Liga Inggris.
Eks kapten MU ini juga mengecam para pemain lainnya yang memuji Bruno. "Anda akan mendapatkan assist di posisi yang dia mainkan. 20 assist akan lebih baik jika Anda memenangkan trofi," kata Keane, dikutip dari Daily Star.
Keane menambahkan, "Ketika Anda menjadi kapten klub dan seharusnya memimpin klub maju, jangan sampai terbebani oleh peran Anda dalam tim, hanya fokus pada assist. Saya rasa apa yang saya dengar di United akhir pekan lalu, saya sangat marah."
Menurutnya, "Seluruh obrolan tentang assist-nya dan para pemain membicarakan assist. Dia diwawancarai usai laga, dan saya menonton dan semua orang membicarakan assist. Pertandingan itu tentang assist-nya."
Keane melanjutkan, "Setelah pertandingan dia diwawancarai dan dia mengatakan dalam wawancaranya, kapten Man United, ‘Beberapa kali seharusnya saya menembak tetapi saya memberikan umpan’." "Bagaimana pola pikir Anda tentang sepakbola hanya tampil dan membicarakan rekor individu? Dia akan mendapatkan semua statistik itu, tetapi jika itu menjadi poin utama dari penampilan Manchester United akhir pekan lalu, saya merasa geram dengan semua itu," tegasnya.