BerberaNews.net, Pasukan Israel diketahui membatasi akses warga Palestina di Kota Tua Hebron, Tepi Barat, pada 20 Juni 2026. Pembatasan ini dilakukan saat sejumlah warga permukiman Israel memasuki kawasan tersebut dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Sejumlah warga Israel terlihat memasuki kawasan Kota Tua Hebron di Tepi Barat dengan pengawalan pasukan keamanan Israel. Dalam kegiatan tersebut, aparat Israel membatasi akses keluar-masuk warga Palestina di sejumlah titik.

Peristiwa itu berlangsung di kawasan Kota Tua Hebron. Area ini berada di bawah pengawasan keamanan Israel berdasarkan pembagian wilayah dalam Perjanjian Hebron 1997. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik paling sensitif di Tepi Barat. Pasalnya, lokasi ini menjadi tempat tinggal warga Palestina dan komunitas pemukim Israel dalam area yang berdekatan.

Menurut keterangan yang menyertai dokumentasi peristiwa, pembatasan dilakukan pada sejumlah akses di sekitar kawasan Kota Tua selama kegiatan para pemukim berlangsung. Warga Palestina dilaporkan mengalami pembatasan mobilitas. Hal ini terjadi akibat penutupan beberapa jalur dengan penghalang besi.

Diketahui, Hebron memiliki arti penting bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen. Kota ini merupakan lokasi kompleks Masjid Ibrahimi atau Cave of the Patriarchs. Oleh karena itu, Hebron kerap menjadi pusat ketegangan terkait isu keamanan, pemukiman Israel, dan pembatasan akses di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir, Hebron kembali menjadi sorotan. Pemerintah Israel mengambil alih sejumlah kewenangan perencanaan dan pembangunan di area sekitar situs suci tersebut. Langkah ini menuai kritik dari otoritas Palestina. Otoritas Palestina menilai kebijakan tersebut melanggar kesepakatan yang telah berlaku sejak akhir 1990-an.