BerberaNews.net, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung pembangunan jalan Payakumbuh-Sitangkai di Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Jumat (26/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis senilai Rp 75 miliar tersebut berjalan sesuai rencana. Proyek ini diharapkan rampung Juli 2026, mengakhiri statusnya sebagai ‘jalan seribu lubang’.
Andre menjelaskan, pembangunan jalan Payakumbuh-Sitangkai dibiayai melalui anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat. Kehadiran para pemangku kepentingan dalam peninjauan ini sekaligus menegaskan komitmen pengawalan infrastruktur yang vital bagi perekonomian masyarakat.
Proyek ini terbagi menjadi dua tahap utama. Tahap pertama berupa pembangunan jalan beton sepanjang 5,8 kilometer (km) yang progresnya saat ini sekitar 10%. Sementara itu, tahap kedua berupa pembangunan jalan aspal sepanjang 2,6 km telah rampung pada Desember 2025.
"Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Jalan ini dulu belasan tahun rusak parah dan sempat viral sebagai ‘wisata jalan seribu lubang’," ujar Andre dalam keterangan tertulis. Ia menambahkan, intervensi APBN melalui IJD didorong karena keterbatasan anggaran provinsi.
Selain badan jalan, proyek ini juga mencakup pembangunan drainase di kiri dan kanan jalan dalam satu paket pekerjaan. Menurut Andre, kelengkapan infrastruktur tersebut penting untuk memastikan daya tahan jalan. Hal ini mengingat kondisi geografis dan curah hujan tinggi di kawasan tersebut.
Andre menegaskan, perjuangan anggaran tidak berhenti sampai di Sitangkai. Ia telah menginstruksikan percepatan penyusunan proposal serta dokumen Engineering Design (ED) untuk kelanjutan pembangunan jalan dari Sitangkai menuju Batusangkar. Usulan ini direncanakan diajukan kembali melalui program Inpres Jalan Daerah tahun 2026 yang dijadwalkan dibuka Maret mendatang.
"Para bupati dan wali kota harus segera mengajukan usulan resmi. Kita ingin konektivitas antardaerah benar-benar terwujud dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," tegas Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.
Andre juga menekankan pentingnya pengawasan bersama setelah proyek selesai. Ia meminta peran aktif pemerintah daerah (Pemda), wali nagari, serta anggota DPRD setempat. Hal ini guna memastikan jalan tidak cepat rusak akibat beban berlebih atau aktivitas tambang yang tidak terkendali.
Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota Safni menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas advokasi anggaran yang dilakukan Andre. Safni menegaskan upaya Pemda bersama masyarakat dan para wali nagari untuk menjaga serta merawat jalan yang telah dibangun.
"Walaupun statusnya jalan provinsi, kami siap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, termasuk dalam pengawasan dan pengendalian aktivitas galian C agar tidak merusak jalan yang baru diperbaiki," kata kader Partai Gerindra tersebut.
Dukungan kuat juga datang dari masyarakat setempat. Para wali nagari menyampaikan bahwa warga sangat mendukung pembangunan ini karena jalan Payakumbuh-Sitangkai merupakan akses vital bagi mobilitas dan perekonomian. Masyarakat bahkan berkomitmen membantu kelancaran pekerjaan kontraktor di lapangan agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target Juli 2026.
Dengan rampungnya pembangunan jalan ini, diharapkan konektivitas wilayah Lima Puluh Kota, Tanah Datar, hingga Sawahlunto semakin terbuka. Ini sekaligus mengakhiri persoalan infrastruktur yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat.
Sebagai informasi, dalam kunjungan lapangan itu Andre didampingi oleh Bupati Lima Puluh Kota Safni, Kepala Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Andi Rusli, Wali Nagari Labuah Gunuang Khairul Hadi, serta Wali Nagari Halaban M Fakhrur Rozi.