Bukan Cuma Tremor: 5 G...

Bukan Cuma Tremor: 5 Gejala Awal Parkinson yang Sering Diabaikan

Ukuran Teks:

Ketika mendengar penyakit Parkinson, banyak orang langsung membayangkan tangan yang gemetar. Padahal, tremor bukan satu-satunya tanda Parkinson, dan sebagian orang tidak mengalaminya sebagai keluhan awal. Perubahan yang lebih samar justru bisa muncul lebih dahulu, lalu dianggap sebagai akibat usia, kelelahan, atau kebiasaan sehari-hari.

Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif, yaitu kondisi ketika sel saraf tertentu mengalami kerusakan secara bertahap. Penyakit ini berkaitan dengan berkurangnya dopamin, zat kimia yang berperan penting dalam pengaturan gerakan. Namun, dampaknya tidak terbatas pada kemampuan bergerak: penciuman, pencernaan, dan tidur juga dapat terpengaruh.

Penting dipahami bahwa lima gejala berikut tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis Parkinson sendiri. Keluhan serupa sering disebabkan kondisi lain. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan yang menetap, berkembang, atau muncul bersama keluhan lainnya.

5 Gejala Awal Parkinson yang Sering Diabaikan

1. Kemampuan mencium bau berkurang

Kopi terasa tidak seharum biasanya, aroma masakan sulit dikenali, atau bau parfum menjadi samar? Penurunan kemampuan penciuman, yang disebut hiposmia, dapat terjadi pada sebagian orang dengan Parkinson. Dalam beberapa kasus, perubahan ini muncul bertahun-tahun sebelum gangguan gerak terlihat jelas.

Keluhan tersebut mudah terlewat karena biasanya tidak menimbulkan nyeri. Sebagian orang bahkan baru menyadarinya ketika anggota keluarga mempertanyakan mengapa mereka tidak mencium bau yang cukup kuat.

Namun, gangguan penciuman jauh lebih sering berkaitan dengan penyebab lain, seperti infeksi saluran napas, alergi, atau masalah sinus. Jika kemampuan mencium tidak kembali membaik atau menurun tanpa penyebab yang jelas, periksakan diri. Jangan menyimpulkan Parkinson hanya berdasarkan gejala ini.

2. Sembelit yang menetap atau berulang

Sembelit sering dianggap semata-mata akibat kurang makan sayur. Padahal, pada sebagian orang dengan Parkinson, perubahan fungsi saraf yang mengatur saluran cerna dapat memperlambat pergerakan usus. Keluhan ini bisa muncul sebelum gejala gerak dikenali.

Sembelit tidak hanya berarti jarang buang air besar. Tinja keras, sering mengejan, atau merasa buang air besar belum tuntas juga termasuk keluhan yang perlu diperhatikan.

Tentu saja, kurang serat, kurang cairan, minim aktivitas, serta efek obat tertentu merupakan penyebab yang umum. Cobalah memperbaiki kebiasaan makan dan bergerak sesuai kemampuan. Bila keluhan terus berulang, konsultasikan dengan dokter. Sembelit disertai darah pada tinja, nyeri perut berat, atau penurunan berat badan tanpa sebab membutuhkan evaluasi tersendiri.

3. Bergerak atau berteriak seolah sedang menjalankan mimpi

Saat tidur REM, yaitu fase ketika mimpi sering terjadi, sebagian besar otot tubuh biasanya berada dalam keadaan sangat rileks. Pada gangguan perilaku tidur REM, mekanisme ini terganggu sehingga seseorang dapat menendang, memukul, atau berteriak seolah mengikuti isi mimpinya.

Kondisi ini berbeda dari sekadar sesekali mengigau atau tersentak saat mulai tertidur. Pasangan tidur sering menjadi orang pertama yang menyadari adanya gerakan berulang, terlebih jika sampai menyebabkan cedera.

Gangguan perilaku tidur REM dapat mendahului Parkinson atau penyakit neurodegeneratif tertentu, tetapi tidak semua orang yang mengalaminya akan mengalami Parkinson. Perilaku serupa juga dapat berkaitan dengan obat atau gangguan tidur lain. Konsultasikan untuk evaluasi, dan sementara itu jauhkan benda tajam atau keras dari sekitar tempat tidur.

4. Tulisan tangan menjadi lebih kecil dan rapat

Perubahan tulisan tangan bisa menjadi petunjuk yang tidak disadari. Pada Parkinson, sebagian orang mengalami mikrografia, yaitu tulisan yang menjadi lebih kecil daripada sebelumnya. Huruf juga dapat makin mengecil saat seseorang terus menulis dalam satu baris atau kalimat.

Perubahan ini berkaitan dengan gangguan pengaturan gerakan halus. Anda mungkin merasa menulis membutuhkan usaha lebih besar, sementara orang lain melihat tulisan menjadi rapat atau sulit dibaca.

Bandingkan dengan tulisan lama untuk mengenali perubahan, bukan untuk memastikan diagnosis. Tulisan yang berubah juga bisa dipengaruhi nyeri sendi, masalah penglihatan, atau kondisi lain. Perubahan yang menetap, terutama jika disertai kesulitan mengancingkan baju atau menggunakan alat makan, layak dibicarakan dengan dokter.

5. Gerakan sehari-hari terasa semakin lambat

Gerakan melambat, atau bradikinesia, merupakan salah satu ciri utama Parkinson. Pada tahap awal, perubahan ini bisa tampak sederhana: memakai baju membutuhkan waktu lebih lama, langkah menjadi lebih pendek, atau satu lengan kurang berayun saat berjalan.

Keluhan ini bukan sekadar merasa lelah atau sedang tidak bersemangat. Pada pemeriksaan, dokter menilai perlambatan serta perubahan ukuran atau kelancaran gerakan berulang. Gejala motorik Parkinson juga sering bermula lebih jelas pada satu sisi tubuh.

Karena berkembang perlahan, orang kerap menganggapnya sebagai bagian normal dari penuaan. Padahal, penurunan kemampuan melakukan aktivitas rutin yang terus berkembang perlu dievaluasi, baik penyebabnya Parkinson maupun kondisi lain.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Anda tidak perlu menunggu muncul tremor atau mengalami seluruh gejala di atas. Buat janji dengan dokter jika perubahan menetap, makin nyata, atau mulai mengganggu aktivitas. Dokter layanan primer dapat melakukan penilaian awal dan merujuk ke dokter spesialis neurologi bila diperlukan.

Agar konsultasi lebih membantu, siapkan beberapa catatan:

  • Kapan keluhan mulai muncul dan bagaimana perkembangannya.
  • Apakah perubahan lebih terasa pada satu sisi tubuh.
  • Obat dan suplemen yang sedang digunakan.
  • Pengamatan keluarga tentang gerakan atau perilaku saat tidur.

Parkinson biasanya berkembang bertahap. Jika gangguan gerak muncul mendadak, terutama bersama wajah mencong atau kesulitan berbicara, segera cari pertolongan darurat karena dapat menandakan kondisi lain seperti stroke.

Mengenali Lebih Awal, Bukan Mendiagnosis Sendiri

Diagnosis Parkinson terutama didasarkan pada riwayat keluhan dan pemeriksaan neurologis. Tidak ada satu tes darah rutin yang dapat memastikan semua kasus. Pemeriksaan tambahan dipilih sesuai kebutuhan, termasuk untuk menyingkirkan penyebab lain.

Meski belum ada terapi yang menyembuhkan Parkinson, obat, latihan fisik, dan rehabilitasi dapat membantu mengendalikan gejala serta mendukung kemandirian. Mengenali perubahan lebih awal membuka kesempatan untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat. Perhatikan pola perubahan tubuh, tetapi hindari menyamakan satu keluhan umum dengan diagnosis Parkinson.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan