BerberaNews.Net, Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) baru saja menuntaskan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Laprima Hotel Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 23-24 Januari. Rakernas ini dihadiri 23 Pengprov PORDASI dan bertujuan mengilapkan prestasi berkuda Indonesia tahun ini.
Rakernas PORDASI 2026 diikuti 23 Pengprov PORDASI, dengan 19 di antaranya hadir langsung dan empat secara daring. Acara penting ini turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Komite Eksekutif KOI Jadi Rajagukguk juga hadir secara daring.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP PORDASI, Aryo PS Djojohadikusumo, menegaskan bahwa rakernas menjadi momentum penting. Ini untuk kembali menegaskan tekad, arah, dan tanggung jawab PORDASI dalam mengembangkan olahraga berkuda yang berprestasi, mandiri, dan bermartabat.
"Rakernas Adalah forum kerja untuk menyusun program yang realistis, menyatukan standar pembinaan atlet menuju prestasi internasional, memperkuat sinergi antara pusat dan daerah sesuai dengan tema Rakernas yang kita usung yaitu Kerja Nyata Untuk Pengembangan Prestasi Olahraga Berkuda Indonesia," ujar Aryo, yang juga bertindak sebagai Ketua Sidang, dalam keterangan kepada media.
Rakernas diisi dengan laporan evaluasi dan pencapaian tahun 2025. Selain itu, program kerja tahun 2026 dari masing-masing komisi juga dibahas. Komisi-komisi tersebut meliputi Pacuan, Equestrian, Horseback Archery & Tent Pegging, Polo, serta Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda.
Berdasarkan laporan, beragam pencapaian prestasi berhasil diraih PORDASI sepanjang tahun 2025. Ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh komisi yang ada. Tim Equestrian Indonesia, misalnya, menyumbangkan satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu di SEA Games Thailand 2025.
Selain itu, Tim HBA Indonesia menembus peringkat kedua dunia di ajang IHAA World Championships 2025. Diketahui, dua atlet HBA Indonesia juga memecahkan rekor dunia pada ajang bergengsi tingkat internasional tersebut.

Beberapa program akselerasi dari masing-masing komisi menjadi sorotan untuk tahun 2026. Komisi Peternakan mencanangkan pengembangan kembali KPI (Kuda Pacu Indonesia) dengan sistem pemeriksaan DNA kuda. Sementara itu, Komisi Equestrian fokus menggelar 10 kejuaraan berkuda tingkat internasional (7 Show Jumping, 3 Dressage) dan persiapan atlet menuju Asian Games Nagoya 2026.
Komisi Horseback Archery & Tent Pegging akan melaksanakan perubahan Peraturan Organisasi (PO) terkait peraturan pertandingan. Peraturan baru ini akan lebih disesuaikan dengan kelas-kelas internasional dan mengedepankan kesejahteraan kuda. Komisi ini juga mempersiapkan Timnas Tent Pegging Indonesia untuk ITPF World Cup Qualifier di Yordania akhir Januari ini.
Komisi Polo berencana mengirimkan atlet-atletnya untuk berlatih tanding di luar negeri. Ini dilakukan demi meningkatkan kemampuan dan pengalaman mereka. Sejumlah jadwal latih tanding, baik di dalam maupun luar negeri, telah disusun untuk pengembangan olahraga berkuda polo di Indonesia.
Terakhir, Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda tengah mencanangkan pemberlakuan Sertifikat Kuda Indonesia (SKI). Komisi tersebut juga akan segera melaksanakan program pelatihan dan sertifikasi SDM olahraga berkuda di tahun 2026, serta Program Stable Rating untuk standarisasi stable berkuda di Indonesia.
Untuk mendukung seluruh kegiatan tersebut, PORDASI kini tengah mempersiapkan kantor pusat yang akan segera rampung. Kantor ini nantinya akan menjadi pusat informasi, kegiatan pelatihan, dan sertifikasi SDM bagi pengembangan prestasi olahraga berkuda di tanah air.
"Prestasi tidak lahir secara kebetulan, semua butuh perencanaan yang matang, latihan yang konsisten, dukungan SDM yang memiliki kapabilitas, serta organisasi yang tertib," demikian Aryo. "Mari kita jadikan Rakernas PORDASI 2026 ini sebagai ruang kerja nyata, bukan sebatas forum administratif atau rutinitas tahunan saja, namun disinilah kita susun segala rencana, program nyata demi maju dan berkembangnya olahraga berkuda di Indonesia."
(mrp/raw)